"I live in abeautifulspooky house, I live with my family. We all are happy together because we are loving each other" - home sweet home
35 hari bali ndeso mbangun ndeso. yoii, itulah tagline yang cocok untuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini. KKN itu apa sih? Intinya pengabdian masyarakat. Mahasiswa diterjunkan ke masyarakat untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terakhir selama 35 hari. Saya cukup excited lah sama KKN. Kalo kata temen-temen sih KKN tuh asik, bahkan banyak yang mengaku mau mengulanginya lagi :P
![]() |
| pembekalan pertama |
Tersebutlah 12 orang mahasiswa yang ditugaskan di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Budi (tek perkapalan) sebagai koordinator desa, saya (*tau lah jurusan apa :P*) sebagai wakordes, Flora (tek lingkungan) sebagai sekretaris desa, Dima yang sebenarnya lebih sering dipanggil Jessica (tek kimia) sebagai bendahara desa, dan teman-teman anggota: Ani (nutrisi - peternakan), Ria atau yang lebih akrab dipanggil Mba Yul (ilmu perpustakaan), Pipit (ekonomi), Galih alias Alex alias Vino a.k.a Gendon (fisip), Adit a.k.a Gentong (hukum), Kosim (hukum), Arif (geodesi), Danang (FKM).
Balada ini mengambil latar posko sebuah rumah yang cukup spooky, dengan penerangan secukupnya namun sangat luas dan berlimpah airnya. Saking luasnya pipit bilang sih kita bisa main futsal di ruang tengah :P. Tapi spooky loh, beberapa orang teman, hampir semua malah, merasa pernah bahkan sering 'diganggu'. Ada juga bagian rumah yang nggak pernah kami sentuh: chamber of secret. Dari awal kami menghuni sampai pulang pun nggak dibuka ruang itu. Biarlah tetap menjadi misteri.
![]() |
| spooky kitchen |
![]() |
| ruang tengah, berantakan ya? :P |
Tinggal bersama 12 kepala selama 35 hari menjalankan sekian belas (*lupa tepatnya :P*) program kerja. Saling bantu dan menolong tentunya. Kami menjalankan setidaknya 5 program per mahasiswa yang meliputi 1 program sesuai program studi dan sisanya program sesuai tema Kesehatan Masyarakat, Usaha Kecil Menengah, dan Potensi Unggulan.
| program saya di SMP |
| pelatihan kerajinan tangan |
![]() |
| gerakan gosok gigi gembira |
![]() |
| Expo Kalinyamatan |
Kalo dibandingin posting-posting sebelumnya, KKN ini beda banget dengan kerja praktek. Ga ada lah itu kantong putih besar di kamar, ga ada lah kartu sakti yang cukup di-scan aja, ga ada lah bus yang selalu lewat tiap 10 menit dan cuma-cuma naiknya. Ga ada! Mau cuci cuci sendiri, masak masak sendiri, yah kembali ke kehidupan ala kosan lah.
| Ani the master chef |
| training bikin chicken nugget |
Hidup bersama 12 kepala itu bukan berarti nggak ada masalah, pasti timbul masalah, baik dalam maupun dari luar. Ada tetangga freak yang entah mengapa sukaaa banget nge-rese-in kami, dan kata warga lain emang tabiat beliau begitu sih, hahahaha :)) Sedangkan kalo dari dalam sendiri ada laah yang menyebalkan dari awal hingga akhir, sampe-sampe hampir setiap kami ngumpul (*dan tentunya dia enggak ada :P*) pasti deh ngerasani. Tapi nggak masalah juga sih, udah clear kok, wkwk :D
Belajar apa dari KKN? Apa yaa.. Belajar hidup mandiri sih bagi saya, sudah lama nggak mengalami peradaban kosan, wkwk. Selain itu karena peran saya dalam balada ini (*wakordes maksudnya*) saya jadi belajar memimpin dan mengambil alih kepemimpinan ketika.. yah, you-know-when-and-why :P
Hal lain yang dipelajari dan menurut saya beda tuh: jangan percaya dengan stereotype. Di KKN ini saya melihat bahwa desa tuh nggak seperti 'katanya', bahwa anak teknik / eksak tuh nggak pasti 'katanya', bahwa anak IPS / non-eksak tuh nggak selalu 'katanya'. Ganti-ganti aja variable 'katanya' dengan stereotype yang sering kamu dengar :P
Okeey, di penghujung posting saya ingin mengucapakan terima kasih pada desa Damarjati dan seluruh warganya, Pak Inggi (petinggi) Muraji yang nggak susah acc nya, Pak Asmuin yang sering banget membantu kami sejak pertama survey sampai kami kembali ke Semarang, Mbak Ikmah yang membantu koordinasi dengan baldes, Mbak Amroh atas gorengannya, juga mie ayam sebelahnya mbak Amroh.
| perangkat desa |
Terima kasih juga pada guru-guru SD dan TK di Damarjati atas kesediaanya kami 'repoti', hehe, Bu Iffah dan guru-guru di SMP 2 Kalinyamatan yang sudah membantu pelatihan di sana, Bu Bidan atas bantuan di bidang Kesehatan Masyarakat, adek-adek bimbingan belajar makasih kenang-kenangannya, unyu sekali. Dan tentunya pada teman-teman Dj crew yang udah hidup bersama: Budi, Flora, Dima, Pipit, Ani, Mba Yul, Arif, Danang, Gendon, Gentong, Kosim, makasih banget atas semuanya :)











0 comments:
Post a Comment
Komentar Anda akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan di blog ini. Terima kasih telah berkunjung.
Salam,
Lindri